Para Bocil Langgen Kaligawe, Sebut Saja Bocil Kaligawe

Awal tahun 2022 ini merupakan tahun kembalinya saya ke dunia bloging. Dulu, Saya aktif membuat konten blog sejak awal tahun 2015. Kebetulan pada saat itu, saya bersama dengan kawan-kawan saya yang tergabung dalam komunitas JOS Publisher sedang belajar materi SEO level newbie.

Jadilah dibentuk beberapa kelompok dengan masing-masing kelompok berisi 4-5 orang. Namun, dari beberapa kelompok yang dibentuk, hanya ada 2 kelompok yang berhasil langgeng membuat website dan berjalan beberapa tahun. Tapi saat ini sih, saya tidak tahu nasib website-website tersebut.

Mohon maaf, tadi sekedar intermezo saja. Sebetulnya saya tidak akan membahas cerita di atas. Jadi diskip saja ya.

Lanjut ke topik sesuai dengan judul artikel ini yaitu Para Bocil Langgen Kaligawe.

Kebetulan saya bertempat tinggal di sebuah desa kecil yang bernama Langgen, dan “Kaligawe” merupakan sebutan dari bagian desa yang berada di deket Kali (baca : sungai). Katanya dulunya sih, di tempat yang akhirnya mendapat sebutan komplek Kaligawe, merupakan tempat yang dilewati kali yang dibuat oleh wali.

Kata Kaligawe berasal ‘Kali’ yang berarti “sungai”, dan ‘Gawe’ yang berarti “dibuat”. Konon kata¬† para orang tua kita sih, dibuat oleh seorang/beberapa orang wali. Cara membuat sungainya pun katanya cuma diinjek-injek aja terus jadi deh sebuah sungai kecil seperti sungai irigasi sawah.

Tapi entah yang disebut kalijgawe itu sungai yang mana, saya pun kurang tau.

Okelah, cukup untuk pembahasan nama Kaliwage-nya.

Selanjutnya kita akan menuju ke para penduduk mini kaligawe alias Bocil Kaligawe Langgen.

Di bagian Desa Langgen Kaligawe, terdapat beberapa blok. Ada Blok kaligawe kidul (selatan) dan Kaligawe Lor (utara). Blok ini dibedakan dengan adanya dua jalan Kaligawe yaitu Jalan Kaligawe I (bagian selatan) dan jalan Kaligawe II (bagian utara).

Kebetulan saya berada di blok Kaligawe Kidul. Blok Kaligawe Kidul ini merupakan daerah perbatasan sebelah selatan dengan dua desa tetangga. Yang pertama adalah Desa Pasangan yang berada di selatan timur desa Langgen. Berbatasan tepat di jalan desa. Jalan desa ini merupakan batas desa Langgen dan desan Pasangan. Sedangkan batas desa sebelah selatan, dulunya dibatasi oleh sungai yang disebut kali Tarung. Namun, saat ini kali tersebut sudah berubah jadi jalan Pintu Tol Tegal Adiwena.

Jadi saat ini blok Langgen Kaligawe Kidul berbatasan langsung dengan Jalan Tol yang memisahkan Desa Langgen dengan Desa Gembong (Sebelah selatan desa Langgen).

Oke. Sekarang kita akan lanjut ke pembahasan para bocil-nya.

Bocil di Kaligawe Kidul terbagi menjadi dua bagian. Bagian timur dan bagian barat. Sebutan timur dan barat ini merupakan penanda bahwa blok timur itu berati tempat tinggalnya berada di sebelah timur mushola. Begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, Bocil Kaligawe Kidul memang sudah terbagi jadi dua geng. Geng Bocah Wetan (timur) dan Geng Bocah Kulon (barat).

Sebutan itu memang sudah terbentuk sejak lama, dari saya masih kecil juga memang sudah terbentuk seperti itu karena memang tempat mainnya beda. Yang satu berada di barat, sedangkan satunya berada di timur. Walaupun ada juga yang akhirnya main ke kedua tempat.

Tetapi pada umumnya, secara natural memang area mainnya pasti hanya area sekitar saja. Dan secara umum hanya ada blok barat dan blok timur.

Bocil Kaligawe blok Barat pasti akan kumpul main bareng dengan bocil-bocil dari barat juga. Begitu juga halnya dengan para Bocil Kaligawe Timur, umumnya akan kumpul main bareng juga dengan para geng bocil timur.

Walaupun begitu, Geng Barat maupun timur tetap saling berteman. Ada saatnya kedua blok ini main bareng di satu tempat. Dan malah main bareng dengan blok lain juga dari luar Kaligawe Kidul. Bahkan dari desa sebelah juga ikut main bareng.

Kebetulan di samping rumah saya masih terdapat kebun yang tanahnya lapang dan cukup luas. Kebun inilah yang menjadi tempat bermain para bocil dari berbagai tempat, khususnya para Bocil Kaligawe Kidul.

Mungkin karena di tempat lainnya kurang luas dan kurang rindang, jadi kebon samping rumah jadi salah satu tempat favorit untuk area bermain para bocil ini.

Mungkin karena di kebun itu juga saya buatkan beberapa ayunan, jadi banyak yang akhirnya bocil-bocil dari tempat lain ikutan main di sini juga.

Tapi saat ini ayunan-nya sedang rusak. Saya masih belum dapet kayu buat penopang ayunan yang sudah patah. Semoga setalh dapet kayu pengganti, ayunan bisa segera dipasang kembali dan para bocil Kaligawe Langgen bisa bermain ayunan kembali seperti sebelumnya.

Buat yang mau membuat ayunan sederhana dari ban bekas motor bisa baca tutorial membuatnya di link berikut ini

Cara Membuat Ayunan dari Ban Motor Bekas

 

Add a Comment

Your email address will not be published.